Logo Bloomberg Technoz

2.775 Penerbangan Terganggu, Dampak Karhutla Merembet ke NTT

Ibnu Affan
23 October 2026 09:40

Ilustrasi maskapai penerbangan. (Bloomberg)
Ilustrasi maskapai penerbangan. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perhubungan melaporkan dampak lanjutan imbas insiden kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Sebaran dampak asap kini juga menjangkau Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya, sebaran telah berdampak ke berbagai bandar udara di sejumlah wilayah seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua. 

"Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa dalam siaran resminya, dikutip Jumat (23/10/2026).


Kini, sejumlah bandara yang terdampak tersebut antara lain Iskandar (Pangkalan Bun), Supadio (Pontianak), Mutiara SIS Al-Jufrie (Palu), Sultan Babullah (Ternate), Pattimura (Ambon), Mozes Kilangin (Timika), Rendani (Manokwari), H. Hasan Aroeboesman (Ende), Sultan Thaha (Jambi), dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Secara total, berdasarkan data hingga 21 Oktober, ebanyak 2.775 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak karhutla sejak 11 Agustus 2026. Jumlah ini bertambah 171 penerbangan dari data per 19 Oktober 2026.