Ke depan, investor akan mencermati adanya “komitmen yang jelas dan kredibel terhadap disiplin fiskal”, menurut tim UBS yang dipimpin Alejo Czerwonko, kepala investasi untuk pasar berkembang.
“Beban pembuktian kini berada di tangan pemerintahan,” tulis mereka. “Investor kemungkinan masih akan bersikap skeptis dan memilih menunggu bukti baru dari menteri keuangan yang ditunjuk sebelum menilai ulang aset Brasil berdasarkan kemungkinan koreksi terhadap defisit anggaran.”
Sebagian besar mata uang pasar berkembang juga melemah. Indeks yang melacak pergerakan mata uang tersebut ditutup turun 0,3%. Sejumlah mata uang Amerika Latin justru bergerak berlawanan dengan tren, termasuk peso Meksiko. Menurut Gabriela Siller, kepala analisis ekonomi di Banco Base, peso diuntungkan oleh langkah investor mengurangi eksposur terhadap real Brasil dan mengalihkan investasi ke mata uang lain di kawasan tersebut.
Sementara itu, indeks saham negara-negara berkembang turun ke level terendah sejak akhir Juli seiring anjloknya saham Brasil. Indeks Kospi Korea Selatan sempat melemah hingga 1,7%, ketika investor menantikan laporan kinerja Microsoft Corp, Alphabet Inc, dan Amazon.com Inc, serta produsen cip Korea Selatan SK Hynix Inc dan Samsung Electronics Co. Laporan tersebut diharapkan memberikan petunjuk mengenai prospek investasi terkait kecerdasan buatan (AI).
Di pasar kredit, Kolombia menawarkan obligasi berdenominasi dolar AS senilai US$5,2 miliar, jumlah terbesar sepanjang sejarah negara tersebut. Langkah ini dilakukan ketika pemerintahan baru berjanji menekan defisit anggaran yang terus melebar dan mengembalikan utang negara ke jalur yang berkelanjutan.
(bbn)































