Logo Bloomberg Technoz

PASAR ENERGI

Cari Minyak Sulit, RI Disarankan Tambah Stok dari Brasil & Guyana

Sabrina Mulia Rhamadanty
07 October 2026 12:20

Kapal tanker yang melakukan pemindahan muatan minyak di Pelabuhan Acu di Sao Joao da Barra, Brasil./Bloomberg-Dado Galdieri
Kapal tanker yang melakukan pemindahan muatan minyak di Pelabuhan Acu di Sao Joao da Barra, Brasil./Bloomberg-Dado Galdieri

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti menyarankan Indonesia untuk memperluas diversifikasi pasokan minyak mentah di luar kawasan Afrika dan Arab.

Langkah ini dinilai penting usai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui Indonesia kehilangan sekitar 25% sumber impor minyaknya sejak konflik di Timur Tengah berkecamuk pada Februari.

Menurut Yayan, negara-negara di Amerika Selatan, seperti Brasil dan Guyana, sangat layak dimasukkan ke dalam portofolio impor komoditas energi nasional.


"Walaupun membutuhkan durasi pengiriman atau waktu layar yang lebih panjang, potensi peningkatan produksi minyak di kedua negara tersebut sangat menjanjikan untuk memperkuat ketahanan energi nasional," kata Yayan saat dihubungi Bloomberg Technoz, Rabu (7/10/2026).

Tangki penyimpanan minyak di Kilang Replan Paulinia Petroleo Brasileiro SA (Petrobras) di Paulinia, negara bagian Sao Paulo, Brasil./Bloomberg

Brasil dan Guyana dimasukkan Yayan dalam kategori prioritas 2 dengan estimasi waktu layar paling lama, yakni sekitar 30 hingga 33 hari.