Logo Bloomberg Technoz

Dia menegaskan, rencana tersebut juga membutuhkan dukungan pemerintah, termasuk melalui regulasi untuk menciptakan iklim industri yang sehat.

Terkait skema investasi, Dony mengatakan Danantara masih mengkaji sejumlah opsi, mulai dari mengakuisisi perusahaan yang sudah beroperasi hingga membangun perusahaan baru.

“Kita tentu dalam pembangunan pabrik tekstil ini ada opsi, mengambil alih yang sudah ada. Kalau perusahaan itu mati dan terjadi pengurangan karyawan yang banyak, ini kan harus kita selamatkan. Ada juga yang begitu, tapi kita perbaiki model bisnisnya. Ada juga yang buka baru,” katanya.

Dia menambahkan, evaluasi masih berlangsung untuk menentukan skema yang paling sesuai. Namun, pengembangan industri tekstil tidak hanya akan difokuskan pada satu tahapan produksi, melainkan mencakup keseluruhan rantai industri dari hulu hingga hilir.

“Kita akan masuk di tekstil itu tidak hanya di downstream-nya, tapi mulai dari upstream-nya, midstream-nya sampai downstream-nya. Kita serius karena dampaknya membuka lapangan pekerjaan yang banyak,” ujar Dony.

Dony menilai, besarnya pasar domestik menjadi salah satu pertimbangan untuk mengembangkan industri tekstil nasional.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang hampir mencapai 300 juta jiwa, dia mengatakan kebutuhan tekstil dalam negeri belum dapat dipenuhi sepenuhnya oleh produksi domestik.

(fik/naw)

No more pages