Menurut Dony, kualitas proses check-in dan layanan di dalam pesawat juga masih perlu ditingkatkan. Pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi agar Garuda memiliki kualitas layanan yang lebih baik.
“Mulai dari pre-flight, in-flight, post-flight. Layanannya masih berubah,” katanya.
Dony menegaskan, rencana rebranding akan dilakukan setelah proses pembenahan berjalan. Identitas baru tersebut diharapkan membawa semangat dan motivasi baru bagi maskapai.
“Tapi bukan namanya, ya. Nanti selengkapnya, nanti identitasnya. Sudah lama kan kita ingin lebih fresh, dengan semangat baru, motivasi baru,” ujar Dony.
Di sisi lain, proses konsolidasi atau merger perusahaan-perusahaan BUMN juga tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Dony mengatakan, perusahaan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum penggabungan dilakukan.
Menurut dia, merger terhadap perusahaan yang kondisi fundamentalnya belum baik berisiko menimbulkan persoalan baru. Karena itu, pembenahan menjadi tahapan yang harus dilalui sebelum konsolidasi lebih lanjut.
(fik/naw)






























