Menteri Negara Bidang Ketenagakerjaan Singapura Dinesh Vasu Dash mengatakan, kebijakan tersebut bertujuan membantu pekerja senior memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kondisi mereka.
"Bagi sebagian lansia, ini mungkin berarti melanjutkan pekerjaan yang sama untuk waktu yang lebih lama. Bagi yang lain, ini mungkin berarti beralih ke peran yang berbeda, bekerja dengan kecepatan yang berbeda, atau menyesuaikan pekerjaan dengan perubahan keadaan pribadi," katanya pada 26 Oktober.
Data Kementerian Tenaga Kerja Singapura pada 2024 menunjukkan, sebanyak 85,5% karyawan tetap berusia 50-64 tahun mendapat tawaran jam kerja fleksibel dan 78,7% memperoleh fleksibilitas lokasi kerja. Namun, pekerja yang mendapat pilihan penyesuaian beban kerja baru mencapai 74,5%.
Untuk memperluas kesempatan tersebut, kelompok kerja mengusulkan program baru pengaturan beban kerja fleksibel yang juga membantu pekerja senior kembali bekerja. Program ini akan menggantikan Hibah Kerja Kembali Paruh Waktu yang sebelumnya telah membantu sekitar 68.500 pekerja senior dan 7.800 pemberi kerja.
(dec/spt)





























