Logo Bloomberg Technoz

Netflix telah meningkatkan anggaran program dan memperluas kontennya ke kategori baru, seperti podcast dan siaran olahraga langsung, untuk menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama.

Perusahaan menolak berkomentar mengenai metrik internal tersebut.

Co-Chief Executive Officer Netflix Ted Sarandos mengatakan kepada analis dalam konferensi telepon pekan ini bahwa jumlah penonton di AS, khususnya, “memang tidak tumbuh secepat yang seharusnya atau secepat yang kami inginkan.” Namun, ia dan Co-CEO Greg Peters juga menyatakan bahwa kinerja perusahaan di luar AS berjalan baik dan model bisnisnya sangat sehat.

Penurunan penggunaan Netflix relatif terbatas dan belum memicu pembatalan langganan secara massal. Tingkat pelanggan yang berhenti berlangganan (churn) di AS bertahan stabil di angka 2% dan merupakan yang terendah di industri, menurut perusahaan riset Antenna. Netflix menyatakan pekan ini bahwa kenaikan harga tidak memicu lonjakan pembatalan langganan yang tidak biasa.

Saham Netflix telah merosot sekitar 29% sepanjang tahun ini seiring kekhawatiran investor terhadap perlambatan pertumbuhan perusahaan. Pangsa Netflix dalam total aktivitas menonton televisi di AS juga stagnan karena pengguna beralih ke layanan gratis seperti YouTube.

Perusahaan melaporkan perlambatan pertumbuhan pendapatan selama tiga kuartal berturut-turut dan memperkirakan pertumbuhan akan kembali melambat pada kuartal berjalan. Netflix juga mengatakan penjualan iklan tahun ini akan sekitar US$300 juta di bawah proyeksi sebelumnya. Perusahaan menyalahkan peluncuran produk-produk baru yang lebih lambat dari perkiraan.

Netflix belum menghasilkan sebanyak dulu serial televisi dan film yang menjadi hit, serta kesulitan menarik penonton untuk menyaksikan musim kedua dan ketiga dari judul-judul yang sudah ada.

Para eksekutif perusahaan telah mengidentifikasi sejumlah kemungkinan penyebab penurunan penggunaan, termasuk antarmuka pengguna baru, persaingan yang semakin ketat, kualitas konten yang memburuk, serta minimnya pemasaran di luar platform Netflix.

Apptopia, perusahaan yang melacak penggunaan aplikasi seluler, melaporkan adanya indikasi bahwa pelanggan Netflix menghabiskan lebih sedikit waktu menggunakan layanan tersebut. Berdasarkan data Apptopia, proporsi pelanggan Netflix di AS yang tidak membuka aplikasi meningkat 16,6% pada kuartal III dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sarandos dan Peters berupaya meredam kekhawatiran investor yang semakin besar dengan menyatakan bahwa perusahaan mampu memenuhi target kinerjanya serta menyoroti deretan konten unggulan yang akan datang.

“Ada dua hal yang bisa sama-sama benar,” kata Peters dalam pertemuan internal dengan karyawan pekan ini. “Kami memiliki bisnis yang patut dibanggakan, terus tumbuh, dan menghasilkan keuntungan. Namun, pada saat yang sama, kami menyadari masih banyak yang harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan lebih lanjut.”

Netflix merespons melemahnya kinerja di AS dengan melakukan perombakan kepemimpinan. Awal bulan ini, Netflix memecat Chief Content Officer Bela Bajaria dan pimpinan divisi film Dan Lin, serta memangkas 6% jumlah karyawannya.

Peter Rice, eksekutif berpengalaman yang pernah bekerja di Walt Disney Co. dan 21st Century Fox, kini akan memimpin strategi konten perusahaan.

(bbn)

No more pages