Logo Bloomberg Technoz

Penurunan kecepatan operasional Starshield—versi militer dari Starlink—baru-baru ini sempat mengejutkan pasukan Ukraina, mengganggu sejumlah misi, dan melemahkan kemampuan pertahanan dalam menghadapi serangan gencar drone bertenaga jet milik Rusia.

Ukraina mengaku tidak menerima penjelasan apa pun dari pihak AS terkait perubahan tersebut, dan menduga bahwa pembatasan kecepatan itu dilakukan dengan sengaja.

Kementerian Pertahanan pada hari Sabtu menyatakan bahwa Starshield kini kembali beroperasi dengan kecepatan di atas 400 kilometer per jam, setelah sempat dibatasi hingga sekitar 161 kilometer per jam dalam beberapa hari terakhir.

Hubungan antara Ukraina dan AS mencapai titik terendah baru setelah Presiden AS Donald Trump membuat kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bulan ini.

Dalam kesepakatan tersebut, Washington setuju untuk tidak memperketat sanksi terhadap Rusia, dengan imbalan Moskwa bersedia memasok sejumlah terbatas bahan bakar diesel ke pasar global guna menekan kenaikan harga.

Dalam wawancara dengan Bloomberg News akhir pekan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Trump berupaya menekan Kyiv agar menyerah kepada Moskwa.

Ia juga menyebutkan bahwa AS menunda pengiriman rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot yang krusial bagi perlindungan kota-kota di Ukraina.

Selain itu, menurut Zelenskyy, AS juga beberapa kali gagal memberikan peringatan dini mengenai serangan rudal balistik Rusia ke Ukraina.

Trump menyatakan bahwa ia tidak memerintahkan pembatasan kecepatan operasional Starlink, tetapi ia melontarkan kritik terhadap Zelenskyy dengan mengatakan bahwa pemimpin Ukraina tersebut lebih sulit untuk diajak berurusan dibandingkan Putin.

The Wall Street Journal melaporkan pada Kamis (22/10/2026) bahwa Trump telah berbicara dengan Chief Executive Officer SpaceX, Elon Musk, dan memintanya untuk mengakhiri pembatasan terhadap operasional Starlink di Ukraina.

(bbn)

No more pages