Logo Bloomberg Technoz

KETAHANAN ENERGI

Bahlil Kaji Ulang 30% Gas Ekspor demi Amankan Stok Domestik

Sabrina Mulia Rhamadanty
23 October 2026 14:05

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026)./Bloomberg Technoz-Sabrina
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026)./Bloomberg Technoz-Sabrina

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah berencana mengevaluasi serta mengkaji ulang (exercise) porsi ekspor gas bumi sebesar 30% dari total produksi dalam negeri.

Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan pasokan gas bagi kebutuhan dalam negeri, khususnya sebagai bahan baku penunjang industri hilirisasi petrokimia.

Dalam kaitan itu, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, dari total produksi gas nasional saat ini, mayoritas dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan domestik.


"Ekspor kita kalau di gas kan total produksi kita 100%, itu masih ada kurang lebih sekitar 30% yang kita ekspor. [Sebanyak] 70%-nya itu untuk konsumsi domestik, termasuk di dalamnya adalah untuk produk-bahan baku hilirisasi,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026).

Unit penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair (LNG) terapung Wartsila Oyj Nusantara Regas Satu di lepas pantai Laut Jawa./Bloomberg-Dimas Ardian

Bahlil menegaskan ke depan pemerintah akan menyusun kembali perhitungan alokasi gas bumi tersebut.