Logo Bloomberg Technoz

Anthropic, yang mengalami pertumbuhan pesat sepanjang sebagian besar tahun ini, kini menghadapi persaingan baru dari perusahaan seperti OpenAI, yang telah mengalami peningkatan momentum penjualan dalam beberapa bulan terakhir.

Perusahaan-perusahaan ini juga berada di tengah sorotan publik yang semakin meningkat terkait keamanan AI setelah serangkaian insiden peretasan yang menonjol oleh agen nakal, yang semakin memperkuat kekhawatiran tentang dampak potensial terhadap debut pasar Anthropic. 

CEO Dario Amodei menerbitkan esai di situs web pribadinya yang menyatakan bahwa laju perkembangan model AI baru harus diperlambat. OpenAI, pesaing utama Anthropic, telah menunda rencana IPO-nya, dengan CEO Sam Altman berpendapat bahwa go public saat ini bukanlah langkah yang bijaksana. 

Kekhawatiran tersebut tampaknya tidak menghalangi minat calon investor, yang meyakini bahwa valuasi wajar untuk Anthropic berada di kisaran US$1,8 triliun hingga US$2 triliun, demikian menurut beberapa sumber. Perusahaan ini berharap dapat menyamai atau bahkan melampaui nilai IPO SpaceX, demikian dilaporkan Bloomberg News.

 

Anthropic mencatat rugi bersih hampir US$42 miliar tahun lali, meningkat sekitar lima kali lipat dari angka sekitar US$8,3 miliar pada tahun sebelumnya, demikian dilaporkan Bloomberg News pada bulan Agustus. Pendapatan tahunan perusahaan tersebut mencapai sekitar US$4,6 miliar untuk tahun 2025, naik secara signifikan dari US$386 juta pada tahun sebelumnya, meskipun kerugian operasionalnya melonjak menjadi lebih dari US$8 miliar, menurut dokumen yang dilihat oleh Bloomberg News.

Sebagian besar kerugian bersih tersebut disebabkan oleh lonjakan perubahan nilai wajar atas kewajiban Anthropic, yang menyumbang lebih dari US$34 miliar dari total kerugian tahunan perusahaan, demikian terungkap dalam dokumen tersebut.

Reuters sebelumnya telah melaporkan beberapa rincian mengenai valuasi IPO dan laporan keuangan perusahaan. Seorang perwakilan Anthropic belum dapat segera menanggapi permintaan komentar.

Anthropic dijadwalkan bertemu dengan calon investor pada 14 Oktober di kantor pusatnya di San Francisco sebagai persiapan untuk IPO, demikian menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini. Dengan melanjutkan IPO, Anthropic akan menentang serangkaian penundaan dan penangguhan di pasar untuk pencatatan saham baru.

Oura Inc. menjadi perusahaan ketiga dalam hitungan minggu yang secara resmi menunda debutnya hanya beberapa jam sebelum penjualan saham perdana yang direncanakan, setelah beberapa calon pembeli keberatan dengan target valuasi yang sepenuhnya terdilusi sebesar sekitar US$15 miliar.

Sejumlah perusahaan lain juga mengalami penundaan jadwal yang ditargetkan seiring dengan melemahnya kinerja emiten-emiten yang melakukan IPO tahun ini. 

Jika mengesampingkan pencatatan saham SpaceX dan SK Hynix Inc. yang mencetak rekor, data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan bahwa imbal hasil rata-rata tertimbang untuk lebih dari 100 saham yang baru terdaftar adalah kerugian sebesar 4%. Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan imbal hasil 12% untuk Indeks S&P 500 dan kenaikan 20% untuk Nasdaq 100 yang didominasi saham-saham teknologi pada tahun ini.

(bbn)

No more pages