Persoalan Data Pribadi Pindar Dipakai Serampangan Kian Runyam
Redaksi
02 October 2026 15:08

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penyebaran data pribadi nasabah pinjaman online kini berkembang mengarah ke praktik saling bongkar. Sebuah situasi yang mencerminkan krisis kepercayaan publik atas penegakan hukum atas kasus kebocoran data pribadi.
Menurut Ardi Sutedja dari Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), counter-doxing jadi gambaran publik marah atau putus asa menghadapi jeratan utang dan intimidasi penagih atau debt collector.
“Praktik saling bongkar data pribadi atau doxing yang kian lumrah dijadikan instrumen retaliasi,” kata Ardi kepada Bloomberg Technoz, Jumat (2/10/2026).
Untuk diketahui, praktik penyebaran data pribadi debitur platform pinjaman online, diikuti aksi peneroran oleh debt collector, mengalami eskalasi. Realita di media sosial hari ini menunjukkan bahwa identitas pribadi pengurus dan pemilik pinjol kini juga ikut disebarkan.
Dalam tatanan lebih luas, lanjut Ardi, fenomena ini menjadi gambaran runtuhnya tata kelola teknologi finansial. Ekosistem pelindungan data pribadi juga rapuh, hingga melemahkan kepercayaan atas penyelesaian hukum yang formal.































