Logo Bloomberg Technoz

Harga Pangan Kerek Inflasi September 0,3%: Cabai Hingga Ayam

Redaksi
01 October 2026 12:20

Pedagang merapihkan cabai kerting yang ia jual di Pasar Minggu, Kamis (18/12/2025). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pedagang merapihkan cabai kerting yang ia jual di Pasar Minggu, Kamis (18/12/2025). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada September 2026 tercatat sebesar 0,3% secara bulanan (month-to-month/mtm). Dengan kata lain, terjadi kenaikan Indeka Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,97 pada Agustus 2026 menjadi 112,31 pada September 2026.

Angka tersebut nyaris senada dengan proyeksi para ekonom dan analis, namun lebih tinggi dibanding realisasi inflasi pada Agustus 2026.

Sebelumnya, konsensus yang dihimpun Bloomberg hingga Rabu (30/9/2026) siang menghasilkan median proyeksi untuk inflasi bulanan September sebesar 0,33%, lebih tinggi ketimbang Agustus yang sebesar 0,21% mtm.


Dalam perhitungan tahunan (year-on-year/yoy), inflasi pada September tercatat mencapai 3,28%. Sementara itu, inflasi secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) tercatat 2,17%.

"Kelompok pengeluaran yang mendorong inflasi pada September terutama makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 0,88% dan memberi andil inflasi 0,26%," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).