Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Ramal Inflasi September Naik: Ditekan Harga Pangan-Energi

Redaksi
30 September 2026 14:10

Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)
Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom PT Bank Permata Tbk, Faisal Rachman memproyeksikan adanya kenaikan inflasi di bulan September 2026 yang disebabkan oleh kenaikan harga pangan dan BBM Non-Subsidi.

“Inflasi IHK [Indeks Harga Konsumen] utama diperkirakan meningkat dari 3,19% yoy pada Agustus 2026 menjadi 3,35% yoy pada September 2026,” kata Faisal dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

Sementara itu, secara bulanan, inflasi utama diproyeksikan naik dari 0,21% month-on-month (mom) menjadi 0,37% mom.


Inflasi harga bergejolak diperkirakan kembali meningkat, dengan kenaikan harga sebagian besar komoditas pangan, terutama cabai merah dan cabai rawit termasuk harga beras, daging ayam dan juga telur.

Menurut dia, tekanan inflasi dari sisi pasokan diperkirakan terus berangsur diteruskan ke harga konsumen, sementara dampak El Nino terhadap harga pangan kemungkinan semakin menguat, sehingga menjaga inflasi akhir tahun berada di atas 3%.