Logo Bloomberg Technoz

Inflasi September 2026 Tembus 3,28%, 3 Kelompok Jadi Pemberat

Redaksi
01 October 2026 11:16

Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)
Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada September 2026 tercatat 3,28% secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,74 pada September 2025 menjadi 112,31 pada September 2026.

Realisasi inflasi ini lebih rendah dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi September 2026 akan berada di level 3,3% (yoy). Namun, angka itu lebih tinggi ketimbang realisasi inflasi pada Agustus yang sebesar 3,19% (yoy ).

Berdasarkan data BPS, IHK pada September mengalami inflasi secara bulanan terhadap Agustus 2026, yakni 0,3%. Sementara itu, inflasi dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 2,17%.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh tiga kelompok, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,37% dan memberi andil inflasi 1,28%.

"Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, beras, minyak goreng, skm, dan daging sapi,” kata Ateng dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).