Petrosea juga membukukan pendapatan dari segmen EPCI minyak dan gas lepas pantai sebesar US$28,22 juta, sementara pada semester I-2025 belum terdapat pendapatan dari segmen tersebut.
Pendapatan jasa mencapai US$17,82 juta, sedangkan pendapatan dari segmen lain-lain tercatat US$944.000.
Namun, kenaikan pendapatan tersebut diikuti peningkatan beban langsung yang lebih tinggi. Beban langsung Petrosea naik 69,82% menjadi US$496,96 juta dari US$292,64 juta pada semester I-2025.
Alhasil, laba bruto perseroan justru turun 2,63% menjadi US$47,03 juta, dari US$48,30 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, laba bersih Petrosea turut ditopang oleh perubahan pada pos lain-lain.
Perseroan mencatat keuntungan lain-lain bersih sebesar US$15,03 juta pada semester I-2026, berbalik dari kerugian US$3,36 juta pada semester I-2025.
Salah satu kontributor utamanya berasal dari keuntungan selisih kurs bersih sebesar US$43,73 juta, berbalik dari kerugian selisih kurs sebesar US$3,34 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Petrosea juga mencatat laba dari operasi yang dihentikan sebesar US$7,62 juta, berbalik dari rugi US$2,84 juta pada semester I-2025.
Sementara itu, laba dari operasi yang dilanjutkan tercatat US$1,55 juta, turun dari US$4,13 juta pada semester I-2025.
(fik/naw)




























