Logo Bloomberg Technoz

Sumber: Tim Riset Bloomberg Technoz, Mirae Asset Sekuritas

Aksi beli oleh DBS Vickers Sekuritas ditengarai atas sentimen aksi korporasi oleh emiten. Salah satunya terkait rencana ekspansi anorganik melalui akuisisi.

Selain itu, sempat muncul kabar mengenai rencana penggalangan dana jumbo atau rights issue mencapai Rp5 triliun yang dikaitkan dengan rencana injeksi aset baru ke dalam perseroan.

Spekulasi mengenai akuisisi tersebut kemudian mendapatkan respons dari manajemen PACK. Dalam Public Expose Insidentil yang digelar pada Jumat (11/9/2029) lalu, perseroan mengonfirmasi akan melakukan aksi korporasi, khususnya akuisisi, sebagai bagian dari rencana bisnis jangka panjang.

Manajemen menjelaskan PACK tengah menyiapkan ekspansi mineral selain nikel. Ekspansi tersebut akan menyasar sektor hulu (upstream) dan midstream untuk memperluas basis sumber daya perseroan serta menciptakan peluang pertumbuhan jangka panjang.

Pergerakan saham PACK juga tidak terlepas dari masuknya pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau sering disapa Haji Isam ke struktur pemegang saham perseroan. Pada Mei, Haji Isam mengakuisisi 6,83 miliar saham PACK atau setara 21,12% kepemilikan. Transaksi dilakukan pada harga Rp137/saham dengan nilai sekitar Rp936,65 miliar.

Masuknya Haji Isam terjadi setelah PACK bertransformasi dari bisnis kemasan plastik menjadi pertambangan nikel. Sementara itu, pengendalian PACK berada di tangan Deng Weiming melalui PT Eco Energi Perkasa dengan kepemilikan 40,56%. Weiming merupakan President CNGR Advanced Materials, produsen bahan baku baterai kendaraan listrik asal China.

Keduanya juga berkongsi dalam bisnis nikel, termasuk rencana pengembangan pabrik ternary precursor berbasis nikel untuk baterai lithium.

(fad)

No more pages