Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Balik Arah Hingga Tergelincir di Zona Merah

Muhammad Julian Fadli
16 September 2026 16:59

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) alhasil ditutup melemah 0,38% di posisi 6.436 pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Jauh berbeda dengan pagi tadi imbas saham Bank BCA (BBCA) juga saham–saham infrastruktur yang turun begitu dalam.

Jelang penutupan perdagangan IHSG berangsur–angsur terpeleset hingga melemah, adapun rentang perdagangan terjadi 6.535 hingga terdalam menyentuh 6.436.

IHSG Penutupan Sesi II pada Rabu 16 September 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp12,26 triliun dari 24,59 miliar saham ditransaksikan, dengan frekuensi yang terjadi 1,85 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 201 saham, dan 439 saham melemah. Sisanya 151 saham stagnan.

Penyebab IHSG Melemah


Saham–saham infrastruktur utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 1,39%, begitu juga saham teknologi yang drop 1,13%, disusul oleh pelemahan pada saham konsumen non primer dengan melemah 1,12%. Sedang, saham perindustrian berhasil menguat 0,91%.

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks.