Dalam rapat Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) kali ini, The Fed juga merilis proyeksi terbaru mengenai arah suku bunga acuan ke depan. Di dot plot terbaru, 16 dan 18 orang Anggota FOMC memperkirakan Federal Funds Rate akan naik setidaknya sekali lagi hingga akhir 2026.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana perkiraan harga emas untuk hari ini, Kamis (17/9/2026)? Apakah bisa terjadi koreksi empat hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 43. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Namun indikator Stochastic RSI 14 hari sudah mencapai nol. Paling kecil, sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpeluang naik. Koreksi tiga hari tanpa putus tentu melahirkan peluang technical rebound.
Cermati pivot point di US$ 4.288/troy ons. Dari situ, harga emas berpeluang menguji resisten US$ 4.304-4.358/troy ons.
Target paling optimistis adalah US$ 4.371/troy ons.
Jika harga emas malah turun lagi, maka US$ 4.266/troy ons sepertinya bisa menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga emas ke arah US$ 4.255-4.231/troy ons.
Target paling pesimistis ada di US$ 4.198/troy ons.
(aji)


























