Logo Bloomberg Technoz

Sebagian Emiten Kesulitan Penuhi Aturan Free Float BEI

Muhammad Fikri
16 September 2026 11:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah emiten belakangan mengalami kesulitan untuk memenuhi ketentuan minimum saham beredar atau free float yang dipatok Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebagian persoalan yang dihadapi perusahaan tercatat belakangan terkait dengan transaksi perdagangan yang sepi, kepemilikan pengendali dan investor afiliasi hingga kondisi industri terkait yang lesu.

Otoritas bursa telah meminta kejelasan kelanjutan pemenuhan free float itu kepada sejumlah emiten sepanjang bulan ini.


Lewat surat jawaban kepada BEI, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) mengatakan akan terus mendorong pemegang saham pengendali, PT Sentratama Niaga Indonesia untuk melakukan divestasi. Namun, proses penjualan saham tersebut membutuhkan waktu. 

Per 31 Agustus 2026, free float CEKA tercatat sebesar 13,86%, masih di bawah ketentuan minimum 15%.