Logo Bloomberg Technoz

Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (16/9/2026).

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 6,65 poin
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 6,56 poin
  3. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengurangi 6,56 poin
  4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 3,71 poin
  5. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 2,33 poin
  6. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengurangi 2,21 poin
  7. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengurangi 1,66 poin
  8. PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 1,63 poin
  9. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengurangi 1,54 poin
  10. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengurangi 1,2 poin

Adapun saham–saham LQ45 juga menjadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) drop 4,44%, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) terpeleset 2,42%, dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga melemah dengan kehilangan 2,17%.

Saham LQ45 potensial lainnya turut menjadi pemberat IHSG, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) drop 1,86%, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melemah 1,64%, dan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga terjebak di zona merah dengan drop 1,54%.

Padahal IHSG menguat sepanjang perdagangan sejak pagi tadi, tetapi jelang penutupan hari justru langsung berbalik arah hingga melemah dan tergelincir di zona merah. Pelemahan IHSG terjadi seiring dengan sentimen global yang menyeret sentimen pasar menuju persimpangan jalan.

Wait and see investor menjelang keputusan suku bunga acuan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/ The Fed) pada pertemuan 17 September 2026 atau dini hari nanti, dengan ekspektasi pasar yang hampir pasti mengestimasikan rate hike, menjadi sentimen yang amat berat bagi IHSG.

Dari dalam negeri, nilai tukar rupiah yang terus berfluktuasi dengan kecenderungan melemah, menjadi tambahan beban. Hal ini mencerminkan investor masih memasang premi risiko yang tinggi bagi aset berdenominasi rupiah.

Rupiah pada penutupan perdagangan siang hari ini, Rabu (16/9/2026) melanjutkan tren pelemahan. Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,01% di pasar spot di posisi Rp17.693/US$ usai sempat menembus Rp17.737/US$ siang hari tadi.

(fad)

No more pages