Logo Bloomberg Technoz

Saham perindustrian, saham energi, dan saham barang baku menjadi pendorong hingga penopang penguatan IHSG, dengan melesat mencapai 1,89%, 1,08% dan 0,65%.

Sementara indeks saham LQ45 yang berisikan saham-saham unggulan juga tercatat di zona hijau, dengan penguatan di posisi 651,1.

Saham–saham LQ45 yang tercatat menguat harganya adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 3,66%, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melesat 2,71%, dan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) berhasil mencatat kenaikan 2,19%.

Senada, tren bullish juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melejit 1,98%, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melonjak 1,81%, dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat 1,76%.

Adapun penguatan IHSG dan sejumlah saham big caps terdorong sentimen pergantian Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, yang akan menerapkan disiplin anggaran, termasuk batas defisit APBN di bawah 3%. 

Investor juga tengah mencermati update terbaru atas demutualisasi BEI dengan dokumen yang telah diterima Danantara Indonesia akan memiliki 69 saham atau 40,12% kepemilikan saham BEI, sementara itu Anggota Bursa (AB), sekuritas/broker, akan memiliki 88 saham atau 51,16% kepemilikan saham, dan non-anggota bursa akan memiliki 2,32%.

Di sisi yang lain, Panin Sekuritas menyebut, pasar masih berada dalam posisi wait and see menjelang pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) yang diprediksi pasar bakal menaikan tingkat suku bunga acuan 25bps dengan probabilitas telah mencapai 94%.

Yang juga menarik perhatian, perdagangan di pasar reguler di sepanjang Sesi I dengan nilai transaksi ‘hanya’ Rp6,2 triliun, ini merupakan nilai transaksi yang lebih rendah dari transaksi perdagangan Selasa kemarin, terang Panin Sekuritas dalam catatan terbarunya.

(fad)

No more pages