Logo Bloomberg Technoz

Fokus utama berada pada FOMC 15–16 September setempat atau (16–17 September WIB), dengan probabilitas kenaikan 25 bps mencapai 92,4%. Perhatian pasar selanjutnya akan bergeser ke guidance The Fed, terutama potensi higher for longer di tengah harga minyak yang masih di atas US$100/barel dan yield UST 10Y menyentuh 5%.

Sentimen selanjutnya akan tertuju pada kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara, terutama langkah untuk menjaga kredibilitas fiskal dan stabilitas APBN. 

“Secara teknikal, IHSG telah breakdown MA20 di 6.548 dan keluar dari rising wedge, dengan MACD bearish crossover yang mengindikasikan momentum masih melemah,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, 

IHSG berpotensi melanjutkan pengujian support 6.390, dengan 6.220 sebagai support berikutnya. Sementara itu, rebound perlu melewati 6.585 terlebih dahulu untuk membuka peluang kembali menguji 6.705.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah AMMN, BRMS, dan SRSN.

Lebih lanjut, melansir Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG akibat sentimen negatif yang dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS dan harga minyak. Pasar juga menantikan dengan cermat keputusan suku bunga Federal Reserve pada hari Rabu setempat untuk melihat apakah Bank Sentral tersebut akan menaikkan suku bunga seperti yang diestimasikan. 

“Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI berada pada area oversold. Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.350–6.400 pada perdagangan Rabu,” terang Phintraco.

Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham MAPI, AUTO, PWON, ULTJ, dan ANTM.

CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, melemahnya Bursa Wall Street menjelang keputusan The Fed terkait suku bunga acuan yang berpotensi naik 25 bps diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG. 

Aksi jual investor asing yang masih berlanjut berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif di pasar.

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.390–6.320 dan resistance 6.530–6.605,” tulis riset CGS International.

Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham CMRY, ERAA, BRMS, TINS, AADI, dan AUTO.

Panin menyematkan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh tensi geopolitik yang masih tinggi, ruang kenaikan suku bunga di US dan Jepang, kembali melemahnya rupiah, serta masih keluarnya dana asing.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas.

Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBRI, BBCA, dan PGEO.

(fad)

No more pages