Permintaan—Geopolitik Ikut Kerek PNBP Minerba Kala RKAB Dipangkas
Azura Yumna Ramadani Purnama
15 September 2026 12:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menilai naiknya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor pertambangan batu bara tak hanya disebabkan kebijakan pemangkasan produksi, namun turut dipengaruhi naiknya permintaan dan dinamika geopolitik.
Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani menyatakan ketika pemerintah memangkas kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, terdapat sejumlah faktor lain yang turut memperkuat harga batu bara di pasar internasional.
Dia menilai kenaikan harga batu bara belakangan cukup dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global, permintaan dari negara tujuan ekspor, nilai tukar, dan realisasi produksi dan penjualan masing-masing penambang.
Pada tahun ini konflik tak hanya terjadi antara Ukraina-Rusia, tetapi turut terjadi di Timur Tengah yang melibatkan Iran–Amerika Serikat (AS). Konflik di Timur Tengah tersebut menyebabkan harga energi global meningkat hingga sempat membuat pasokan migas dunia ketat.
"Penyesuaian produksi melalui RKAB memang dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keseimbangan suplai dan harga. Namun pada saat yang sama, penerimaan negara dari sektor batu bara juga dipengaruhi oleh banyak variabel lain, termasuk kondisi geopolitik global, permintaan dari negara tujuan ekspor," kata Gita ketika dihubungi, Selasa (15/9/2026).





























