Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Sebut Stok Aman 20 Hari, Minta Polisi Tindak Penimbun BBM

Sabrina Mulia Rhamadanty
14 September 2026 18:10

Seorang pekerja mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU PT Pertamina di Bengkulu, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli
Seorang pekerja mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU PT Pertamina di Bengkulu, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Cadangan BBM nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 20 hari ke depan.

Penegasan ini disampaikan Bahlil merespons kelangkaan BBM bersubsidi, khususnya Pertalite di Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) lainnya. Menurutnya, ketahanan pasokan selama 20 hari tersebut sudah melampaui batas standar minimum nasional.

"Saya kan selalu mengumumkan bahwa stok BBM kita itu selalu di atas standar minimum nasional, yaitu 20 hari. Memang standar minimum nasional kita segitu," ungkap Bahlil dalam agenda Innovation Technology for Social & Environmental Awards di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026).


Guna menjamin kelancaran pasokan di lapangan, Kementerian ESDM berkoordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan pemerintah daerah setempat. Bahlil juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai dengan spesifikasi kendaraan mereka.

"Saya sudah minta tolong kerja sama dengan pihak kepolisian, itu [kelangkaan Pertalite] karena ada sebagian yang shifting, tapi jauh lebih dari itu apa ya, mobilnya yang bagus, ya kita harus pakai perasaanlah [membeli Pertalite]," ungkap dia.