Logo Bloomberg Technoz

Industri tersebut mendominasi manufaktur global, tetapi perusahaan-perusahaan utamanya mengalami kerugian miliaran dolar, setelah pembangunan pabrik yang pesat melampaui pertumbuhan permintaan dan memicu perang harga yang sengit.

Sekitar 100 proyek ekspansi baterai baru telah ditandatangani antara Januari dan Juli tahun ini, dengan total kapasitas tahunan gabungan sekitar 2.608,5 gigawatt-hour (GWh), lapor Caixin. Angka ini melampaui total produksi sebesar 1.755,6 GWh yang tercatat pada 2025.

Saham Baterai China Kembali Melemah. (Bloomberg)

Saham-saham baterai China secara umum mengalami penurunan pada Jumat. Pemimpin pasar di sektor ini, Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL), turun lebih dari 2% di bursa Shenzhen, sementara perusahaan sejenis yang kecil seperti Sunwoda Electronic Co dan Eve Energy Co mencatat penurunan lebih tajam.

Harga bahan baku juga terdampak, di mana harga litium karbonat di Guangzhou Futures Exchange anjlok lebih dari 7%.

Analis Morgan Stanley, termasuk Jack Lu, memperkirakan kebijakan penertiban ini akan menguntungkan produsen yang memanfaatkan sebagian besar kapasitas produksi mereka.

CATL mencatat tingkat utilisasi sebesar 95% pada paruh pertama tahun ini, menurut bank tersebut, dibandingkan dengan rata-rata industri sebesar 65%.

"Jika diterapkan secara konsisten, kebijakan ini dapat mempercepat konsolidasi industri, meningkatkan tingkat utilisasi, dan mendukung lingkungan persaingan yang lebih rasional, baik di pasar baterai kendaraan listrik (EV) maupun pasar penyimpanan energi," ungkap Morgan Stanley.

(bbn)

No more pages