"Reli harga baru-baru ini tampaknya telah melampaui level yang dapat dibenarkan secara fundamental," ungkap analis BMI, perusahaan di bawah Fitch Solutions, dalam catatannya. "Ketidakpastian mengenai tarif masih tetap tinggi."
Logam ini—bersama dengan aset-aset lainnya—akan menghadapi ujian pada Jumat sore seiring dengan rilis data harga konsumen AS.
Setiap sinyal inflasi mulai meningkat akan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga, yang biasanya menjadi faktor penghambat bagi aset-aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti tembaga.
Harga kontrak berjangka tembaga acuan turun 3,62% menjadi US$14.233,5 per ton di London Metal Exchange pada pukul 12.15 siang WIB.
Selisih harga tunai terhadap kontrak tiga bulan (spread) logam ini berubah menjadi contango—pola yang mengindikasikan tren penurunan harga (bearish)—sebesar US$10,65 per ton pada Jumat, dari posisi backwardation—struktur pasar yang berlawanan—sebesar hampir US$42 per ton pada hari sebelumnya.
Sebagian besar logam lainnya relatif stabil. Timah turun 1%.
(bbn)































