Logo Bloomberg Technoz

Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai US$1,9 miliar. Arini mengatakan proyek smelter HPAL saat ini telah memasuki tahap persetujuan FID.

Pengembangan fasilitas HPAL menjadi bagian dari strategi Antam dalam menjalankan mandat pemerintah untuk memperkuat hilirisasi nikel melalui pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari sisi hulu hingga hilir.

Melalui pengembangan tersebut, kata Arini, Antam dapat memonetisasi bijih nikel limonit berkadar rendah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi sumber daya nikel sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru bagi perseroan.

Ilustrasi pabrik feronikel (dok PT Aneka Tambang Persero)

Proyek RKEF

Selain HPAL, Antam mengembangkan smelter nikel pirometalurgi berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) di Buli, Halmahera Timur dengan kepemilikan sebesar 40%.

Proyek tersebut mencakup delapan line RKEF dan kawasan industri dengan kapasitas sekitar 88.000 ton nickel pig iron (NPI) per tahun. Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai US$1,4 miliar dengan periode pengembangan hingga 2027.

Saat ini proyek RKEF masih berada dalam tahap pra-IPC dan prapembiayaan, dengan fokus pada kesiapan teknis serta struktur pendanaan sebelum memasuki konstruksi penuh.

Di sisi lain, manajemen menegaskan setiap investasi pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, perizinan, struktur pendanaan, serta keekonomian.

Antam akan mengevaluasi proyek berdasarkan sejumlah indikator, termasuk internal rate of return (IRR), net present value (NPV), arus kas, dan value creation.

Evaluasi juga mempertimbangkan perkembangan kondisi makro, harga komoditas, biaya bahan baku, operating cost, regulasi, serta kondisi permintaan dan penawaran.

Dengan pendekatan tersebut, perseroan tidak hanya mengejar pembangunan proyek, tetapi memastikan investasi yang dilakukan mampu menghasilkan return yang optimal dan berkelanjutan bagi ANTAM serta pemegang saham.

(fik/wdh)

No more pages