Logo Bloomberg Technoz

Jurus Bertahan, Pertashop Disarankan Jadi Pangkalan LPG & Pelumas

Sabrina Mulia Rhamadanty
10 September 2026 10:40

Pelanggan di SPBU mini Pertashop di Bintuhan, Provinsi Bengkulu, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli
Pelanggan di SPBU mini Pertashop di Bintuhan, Provinsi Bengkulu, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli

Bloomberg Technoz, Jakarta Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menilai pengusaha Pertashop (Pertamina Shop) perlu memaksimalkan penjualan produk non-BBM seperti LPG dan pelumas sebagai strategi bertahan.

Pertashop disarankan tidak hanya bergantung pada penjualan BBM nonsubsidi jenis Pertamax di tengah tingginya disparitas harga antara Pertamax dan Pertalite.

“Pertashop itu perlu memaksimalkan komoditas yang dijualnya, jadi tidak semata-mata mengalihkan penjualan Pertamax ke Pertalite. Mereka bisa maksimalkan jual LPG dan pelumas juga,” ungkap Sofyano saat dihubungi, Kamis (10/9/2026).


Sofyano menambahkan potensi pasar untuk komoditas LPG nonsubsidi (Bright Gas) serta pelumas Pertamina di kawasan pedesaan sebenarnya masih sangat besar.

Warga mengisi BBM di SPBU Pertashop di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (5/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selama ini, masyarakat di pelosok sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan LPG yang stabil dengan harga eceran tertinggi (HET) yang wajar, atau mencari pelumas yang terjamin keasliannya.