Logo Bloomberg Technoz

Penjualan Pertamax Drop, Pertashop Usul Dibolehkan Jual Pertalite

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 September 2026 10:00

Pelanggan mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU mini Pertashop di Bintuhan, Provinsi Bengkulu./Bloomberg-Muhammad Fadli
Pelanggan mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU mini Pertashop di Bintuhan, Provinsi Bengkulu./Bloomberg-Muhammad Fadli

Bloomberg Technoz, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) mengungkapkan penjualan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax di gerai Pertashop mengalami penurunan, imbas makin lebarnya disparitas harga dengan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

Walhasil, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) Steven berharap Pertashop dapat menjual Pertalite dengan harga khusus atau tidak serupa dengan harga yang ditawarkan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina Patra Niaga (PPN).

Dia memandang langkah tersebut dapat menjadi solusi turunnya penjualan Pertamax di Pertashop, sebab sejumlah gerai Pertashop saat ini terancam tutup.


“Maka, yang terjadi adalah disparitas itu menekan kelayakan usaha. Ada selisihnya harga, kemudian permintaan mulai bergeser dari produk nonsubsidi menjadi ke produk subsidi. Volume penjualan menurun, biaya per liter juga akan naik, dan juga outlet akan terancam tutup,” kata Steven dalam RDP di Komisi XII DPR, Selasa (8/9/2026).

“Hal hal lainnya adalah kami mengusulkan apabila memungkinkan kami dapat menjual harga BBM Pertalite dengan harga khusus, karena ini dapat menjadi salah satu solusi penghematan APBN,” tegasnya.

Warga mengisi BBM di SPBU Pertashop di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (5/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)