Logo Bloomberg Technoz

Omzet Drop 75%, HPMPI Sebut Ribuan Pertashop di Ambang Bangkrut

Sabrina Mulia Rhamadanty
09 September 2026 16:40

Gerai Pertashop./dok. Pertamina
Gerai Pertashop./dok. Pertamina

Bloomberg Technoz, Jakarta – Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) mengungkapkan bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mini atau Pertashop di seluruh Indonesia sedang berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Ketua HPMPI Steven menjelaskan asosiasi mencatat adanya penurunan volume penjualan yang sangat drastis hingga mencapai 75% di beberapa Pertahsop. 

Pemicu utama dari kemerosotan bisnis ini adalah semakin lebarnya selisih harga antara bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan BBM bersubsidi jenis Pertalite di pasaran, sehingga memicu perpindahan konsumen secara masif.


“Dalam catatan kami, ada beberapa Pertashop yang sebelumnya mampu menjual sekitar 400 liter per hari, sekarang hanya sekitar 100 liter per hari. Artinya terjadi penurunan volume hingga sekitar 75%,” ungkap Steven saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).

Pelanggan mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU mini Pertashop di Bintuhan, Provinsi Bengkulu./Bloomberg-Muhammad Fadli

Steven menambahkan pelebaran disparitas harga tersebut secara langsung memaksa mayoritas konsumen Pertashop berpindah menggunakan BBM bersubsidi jenis Pertalite yang ditawarkan dengan harga jauh lebih murah.