Penguatan sebagian mata uang di kawasan membuat arah rupiah di pasar spot kemungkinan cenderung terbatas dan defensif di rentang Rp17.650-17.700/US$. Pasar masih akan mencermati apakah kenaikan harga minyak akan berlangsung dalam durasi yang panjang seperti pada kuartal kedua tahun ini.
Risiko terbesar bagi rupiah berasal dari transmisi harga minyak terhadap neraca perdagangan dan kebutuhan valuta asing domestik.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, nilai tukar rupiah masih berisiko melemah meski mungkin sudah terbatas. Cermati support terdekat menuju level Rp17.670/US$ dengan target pelemahan kedua akan tertahan di Rp17.700/US$.
Apabila kembali menjebol kedua support tersebut, maka mata uang Tanah Air kemungkinan melemah lebih lanjut menuju level Rp17.750/US$ sebagai support paling kuatnya.
Namun jika rupiah mampu menguat, maka menarik dicermati ke arah Rp17.600/US$ dan selanjutnya Rp17.550/US$ secara potensial. Target paling optimistis ada di Rp17.500/US$.
(riset/aji)



























