Selanjutnya, karhutla terjadi di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (3/9/2026) malam.
Kebakaran berdampak pada sekitar 8,5 hektare lahan yang tersebar di Desa Air Putih, Kelurahan Sungai Daeng, Desa Air Belo dan Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok. Tim BPBD dan pemadam kebakaran melakukan penanganan di lokasi dan api telah berhasil dipadamkan.
Di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, karhutla terjadi pada Kamis (3/9/2026) pukul 08.10 WITA. Kebakaran berdampak pada sekitar 9 hektare lahan, meliputi Desa Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur seluas sekitar delapan hektare dan Kelurahan Tanjung Selor Timur di Kecamatan Tanjung Selor seluas sekitar satu hektare.
Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan. Pada Jumat (4/9/2026), api telah berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan area untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.
Sementara karhutla di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berdampak pada sekitar empat hektare lahan di RPH Bungkal BKPH Ponorogo Timur KPH Lawu DS, Desa Gunung Wari, Kecamatan Bungkal. Lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman.
Tim gabungan bersama Perhutani melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi perluasan api. Pada Jumat (4/9/2026), api telah berhasil dipadamkan.
Di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, karhutla terjadi pada Kamis (3/9/2026) di kawasan Hutan Gunung Kendeng. Berdasarkan data terkini, luas lahan terdampak sekitar 13 hektare dan api masih dalam penanganan serta belum sepenuhnya padam.
BNN menyatakan kondisi medan dan akses menuju lokasi menjadi salah satu tantangan penanganan, sementara arah penjalaran api perlu terus dipantau untuk mengantisipasi meluas ke kawasan gunung maupun mendekati permukiman.
Data laporan mencatat lokasi berada di Desa Malotong, Kecamatan Ampana serta Desa Sukamaju dan Desa Balingara di Kecamatan Ampana Tete.
Penanganan Karhutla Terkini
Selain kejadian baru, BNPB memberikan perhatian khusus terhadap enam provinsi prioritas penanganan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.
Di Provinsi Riau, luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 4 September 2026 tercatat sekitar 18.882,16 hektare. Wilayah terdampak mencakup 10 kabupaten dan dua kota.
BNPB melakukan sejumlah langkah untuk menangani karhutla melalui operasi darat, patroli udara, water bombing dan OMC.
“BNPB saat ini memberikan dukungan berupa satu helikopter patroli udara, satu pesawat patroli udara dan OMC serta lima helikopter water bombing,” ungkap Berton.
Dia menjelaskan operasi udara di Riau terus diarahkan berdasarkan hasil patroli udara dan temuan fire spot. Pada 3 September, dukungan udara BNPB melaksanakan patroli dan water bombing di sejumlah lokasi prioritas.
“Salah satu penanganan darat dilakukan di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, serta Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Sejumlah titik masih memerlukan pemadaman dan pendinginan, terutama pada kawasan bergambut,” kata Berton,
Di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar berdasarkan pembaruan 3 September 2026 mencapai 1.926,23 hektare. Pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP dan NOAA20 mendeteksi 92 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, 1.424 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan 40 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.
“Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada kategori sedang hingga sangat tidak sehat dengan jarak pandang kurang dari atau sama dengan tujuh kilometer,” tutur Berton.
Sedangkan wilayah prioritas pemetaan penanganan di Sumatera Selatan meliputi Ogan Komering Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin dengan kategori prioritas tinggi, Muara Enim, OKU Timur, Ogan Ilir, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.
Dia menyatakan BNPB telah memberikan dukungan berupa kendaraan pemadam, pompa, sepatu dan alat pelindung diri, flexible tank serta selang pemadam.
Sedangkan di Provinsi Jambi, karhutla juga masih menjadi perhatian dalam penanganan prioritas. Provinsi Jambi menetapkan status Siaga Darurat karhutla sejak 27 April hingga 30 November 2026, sementara Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga memiliki status siaga darurat terkait karhutla.
Dia mengungkapkan pemantauan titik api pada 3 September menunjukkan Jambi menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi titik panas yang perlu diwaspadai, dengan 266 titik panas berdasarkan pantauan satelit BMKG.
Lalu, Kalimantan Tengah, penanganan karhutla tetap menjadi prioritas dengan status Siaga Darurat yang berlaku di tingkat provinsi hingga 31 Oktober 2026.
Sejumlah wilayah kabupaten/kota juga memiliki status penanganan karhutla, antara lain Kotawaringin Timur, Kapuas, Sukamara, Barito Timur, Seruyan, Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Lamandau, Barito Utara, Gunung Mas dan Barito Selatan.
Sementara itu, Kalimantan Selatan juga masih menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla. Pemerintah setempat menetapkan status Siaga Darurat untuk karhutla dan kekeringan sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026. Status penanganan juga berlaku di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar.
Di Kalimantan Barat, penanganan karhutla juga terus dilakukan. Status Siaga Darurat karhutla tingkat provinsi berlaku sejak 2 Februari hingga 15 November 2026 dan saat ini terdapat status tanggap darurat karhutla di tingkat provinsi hingga 6 September 2026.
“Penanganan juga mencakup sejumlah wilayah seperti Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, Melawi, Sintang, Ketapang dan Landak,” kata Berton.
Sementara di Riau, BNPB masih mengoperasikan dukungan udara berupa satu helikopter patroli, satu pesawat patroli sekaligus OMC serta lima helikopter water bombing.
(ain)




























