Logo Bloomberg Technoz

Citra satelit memperlihatkan sejumlah kapal bersandar di fasilitas tersebut selama beberapa bulan terakhir, yang mengindikasikan bahwa Adnoc setidaknya berhasil mengangkut LNG keluar dari wilayah Teluk.

Adnoc belum segera menanggapi permintaan komentar.

AS dan Iran kembali terlibat ketegangan pekan ini setelah sempat tenang untuk sementara waktu, sehingga memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap arus energi melalui Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump menyatakan serangan terhadap Iran kemungkinan akan berlangsung singkat, tetapi ia memperingatkan bahwa "kami siap melancarkan serangan lagi kapan pun kami mau."

Meski ada pengiriman kargo oleh Adnoc, ekspor LNG dari Teluk Persia masih jauh di bawah tingkat sebelum konflik, yang biasanya mencapai tiga pengiriman per hari.

Arus pengiriman yang terpantau praktis terhenti sejak serangan Iran terhadap kapal milik Qatar pada awal Juli. Awal pekan ini, dua kapal tanker minyak raksasa (supertanker) juga diserang di selat tersebut.

Qatar, eksportir LNG terbesar kedua di dunia pada tahun lalu, juga secara berkala memuat kapal tanker di fasilitas Ras Laffan miliknya yang terletak di dalam wilayah Teluk.

Namun, negara tersebut sebagian besar telah menghentikan pengiriman bahan bakar melalui jalur perairan sempit itu karena alasan keamanan, dan mengalihkan pengiriman ke Kuwait.

Menurut data pelacakan kapal, kapal-kapal tanker LNG terkait dengan Adnoc telah berhenti memancarkan sinyal saat berada di sekitar Selat Hormuz maupun di dalam wilayah Teluk Persia.

Sebagai gantinya, kapal-kapal tersebut berhenti di dekat pantai timur UEA, mematikan transponder, lalu berlayar tanpa sinyal (dalam mode "gelap") melintasi selat menuju Pulau Das untuk mengambil muatan. Kapal-kapal tanker kembali memancarkan sinyal setelah berada di luar teluk dengan aman.

Bulan lalu, sebuah kapal milik Adnoc melakukan transfer muatan antarkapal di luar Selat Hormuz, taktik untuk mengeluarkan lebih banyak gas keluar dari Teluk Persia.

(bbn)

No more pages