Dengan berbagai sentimen tersebut, masih ada sejumlah saham yang mengalami kenaikan signifikan. Berikut sejumlah saham top gainers selama Januari-Agustus:
- PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), menguat 1.151,37% mencapai Rp4.580
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), menguat 666,95% mencapai Rp1.810
- PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), menguat 423,81% mencapai Rp990
- PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), menguat 364,57% mencapai Rp590
- PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA), menguat 323,08% mencapai Rp220
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), menguat 310,71% mencapai Rp690
- PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), menguat 272,41% mencapai Rp216
- PT Multi medika Internasional Tbk (MMIX), menguat 248,21% mencapai Rp780
- PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), menguat 230,36% mencapai Rp1.125
- PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP), menguat 220,93% mencapai Rp138
Data riset Bloomberg Technoz menunjukkan emiten barang baku, perusahaan industri manufaktur, dan fabrikasi logam dan aluminium ALKA menjadi yang paling mentereng. Perusahaan mengoperasikan dua mesin ekstrusi (extrusion press), fasilitas pengecoran billet, serta fasilitas powder coating yang baru.
ALKA mempunyai enam entitas anak dalam menjalankan operasional bisnisnya yaitu PT Alakasa Extrusindo, Alakasa Company Limited, PT Alka Niaga Industri, PT Alakasa Alumina Refineri, Indonesia Alumina Refinery, dan PT Alakasa Andalan Mitra Sejati.
Melesatnya harga saham ALKA sejalan dengan fundamental perusahaan yang berhasil mencatat penyusutan nilai rugi bersih pada semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan semester I-2026, ALKA mencatat rugi bersih Rp266 juta, membaik dari Juni tahun lalu yakni Rp516,91 juta per Juni 2025.
Terlebih, yang turut menjadi perhatian, jumlah penghasilan total komprehensif tahun berjalan menjadi positif Rp546,5 juta dalam pencatatan income for the year per Juni. Perusahaan juga berhasil menekan beban pokok penjualan hingga beban biaya lain-lain–neto, yang mencatat efisiensi 49% year–on–year.
Adapun strategi perusahaan pada sisa tahun ini bakal tetap difokuskan pada peningkatan efisiensi operasional, penguatan pengelolaan keuangan, optimalisasi kapasitas usaha, serta pengembangan peluang usaha yang mendukung pertumbuhan sejalan dengan kegiatan usaha.
Sementara itu, ada sejumlah saham yang terkoreksi dalam dan menjadi top losers selama delapan bulan pertama 2026 yaitu:
- PT MD Entertainment Tbk (FILM), melemah 94,48% di posisi Rp800
- PT Hillcon Tbk (HILL), melemah 89,19% di posisi Rp16
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), melemah 86,14% di posisi Rp845
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), melemah 79,25% di posisi Rp805
- PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM), melemah 79,20% di posisi Rp520
- PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), melemah 76,19% di posisi Rp50
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), melemah 75,69% di posisi Rp2.210
- PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN), melemah 73,97% di posisi Rp63
- PT Bumibenowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS), melemah 73,37% di posisi Rp106
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), melemah 72,52% di posisi Rp1.110
Disclaimer: Artikel bukan bentuk ajakan atau rekomendasi untuk membeli saham tertentu
(fad/aji)

































