Dengan upaya yang didorong melalui pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat, menjaga konsumsi, dan mendorong investasi.
"Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6% di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7%. Target ini akan dicapai melalui kolaborasi pemerintah, swasta, dan daerah antara. Investasi pemerintah sebagai katalisator, bagi investasi swasta sebagai motor penggerak utama investasi."
Sementara itu, di sisi moneter, Purbaya mengatakan kebijakan akan diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjamin independensi bank sentral. Adapun sektor keuangan akan terus diperkuat agar semakin inklusif, dalam, dan stabil.
Ditemui dalam kesempatan berbeda, Gubernur BI terpilih Destry Damayanti menegaskan akan mengoptimalkan sinergi dengan pemerintah dan lembaga terkait dalam menjalankan kebijakan bank sentral pada periode kepemimpinannya, 2026-2031.
Lewat konsep "Sinergi Merah Putih" miliknya, Destry menekankan sinergi tersebut diperlukan sebab persoalan ekonomi tidak dapat diselesaikan oleh bank sentral seorang diri.
"Karena saya kan temanya sinergi merah putih ya, untuk kesejahteraan rakyat. Jadi memang kita akan mengoptimalkan sinergi yang bisa kita lakukan, tapi tentunya tanpa juga mengabaikan mandat dan kewenangan dari masing-masing lembaga yang melakukan sinergi itu," tegas Destry ditemui awak media usai Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen.
Salah satu bentuk sinergi yang diperkuat yakni koordinasi dengan Kementerian Keuangan dalam mengelola likuiditas. Menurut Destry, komunikasi antara kebijakan moneter dan fiskal perlu terus dijaga agar dapat bergerak seirama.
"Karena pemerintah dengan kebijakan fiskalnya, ekspansi fiskalnya mereka lakukan, nah tentunya dari Bank Indonesia kita juga mendukung itu," ujarnya.
(prc/ell)






























