Logo Bloomberg Technoz

Kedua, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mengalami inflasi mencapai 9,25% dan memberi andil 0,63%.

"Inflasi pada kelompok ini terutama terjadi pada komoditas emas dan perhiasan,” tutur Ateng.

Ketiga, kelompok pengeluaran transportasi juga mendorong inflasi. Pada Agustus, kelompok transportasi mengalami inflasi 4,79% dengan andil inflasi 0,58%. Inflasi kelompok ini terutama didorong bensin, tarif angkutan udara, pelumas, sepeda motor, dan mobil.

Sebelumnya, konsensus yang dihimpun Bloomberg menghasilkan median proyeksi inflasi Agustus secara tahunan di level 3,11%. Jika kejadian, maka lebih tinggi ketimbang Juli yang sebesar 2,88% yoy.

Kemudian konsensus untuk inflasi inti (core) pada Agustus ada 2,83% yoy. Lebih tinggi dari posisi Juli yang sebesar 2,76% yoy.

Tamara Mas Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, menyebut inflasi masih berada di rentang target bank sentral di 1,5-3,5%. Dukungan pemerintah melalui berbagai subsidi membantu mengurangi beban rakyat dari kenaikan harga minyak dunia.

Ke depan, Henderson memperkirakan laju inflasi masih bisa terakselerasi. Bahkan bisa saja berada di atas target Bank Indonesia (BI).

“Kami memperkirakan inflasi akan memuncak pada semester I-2027 seiring dampak El Nino yang mengerek harga pangan,” tulis Henderson dalam catatannya.

Inflasi yang belum ‘jinak’ pun akan mempersulit BI untuk melonggarkan kebijakan moneter. Setelah kenaikan 125 basis poin (bps) sejak Mei, sulit BI Rate bergerak turun.

Ditambah lagi rupiah masih membutuhkan dukungan suku bunga. Sebab, fundamental rupiah sedang dalam posisi rawan.

(lav)

No more pages