Detailnya ARISE menyediakan informasi terkait hazard, exposure, vulnerability, kerugian ekonomi, hingga dampak fiskal akibat bencana. Informasi tersebut dapat digunakan pemerintah daerah untuk menyusun perencanaan mitigasi, kesiapan pembiayaan, serta strategi pengalihan risiko (risk transfer).
Di sisi lain bagi pemerintah pusat, ARISE diharapkan menjadi salah satu basis kebijakan berbasis data dalam menyempurnakan kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) dan pengelolaan keuangan daerah.
Implementasi awal ARISE dilakukan di Bali sebagai wilayah percontohan. Pemerintah kemudian akan memperluas penerapannya ke empat provinsi, yakni Aceh, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah.
Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan ARISE dapat diterapkan di seluruh provinsi di Indonesia untuk memperkuat kapasitas daerah dalam mengantisipasi dampak fiskal akibat bencana dan perubahan iklim.
(lav)































