Pernyataan ini disampaikan menjelang pertemuan yang dijadwalkan antara dirinya dan Ueda di sela-sela pertemuan dua hari para pemimpin keuangan G20 di Asheville, Carolina Utara, yang dimulai pada hari Senin.
Bessent berbicara setelah nilai tukar yen menembus level 160 terhadap dolar AS untuk pertama kalinya sejak Jepang melakukan intervensi pasar sebulan lalu guna menopang mata uang tersebut. AS juga turut serta dalam langkah terkoordinasi pertama bersama Jepang untuk menopang yen sejak tahun 1998. Nilai tukar yen sempat menguat tipis setelah pernyataan Menteri Keuangan tersebut dan diperdagangkan di kisaran 159,80 pada Senin pagi menjelang siang di Tokyo.
Baik Bessent maupun Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama telah memperingatkan pada awal Agustus bahwa mereka siap kembali turun tangan ke pasar tanpa ragu setelah mengonfirmasi intervensi bersama mereka. Selama setahun terakhir, Menteri Keuangan AS tersebut berulang kali mengisyaratkan preferensinya agar BOJ menaikkan suku bunga guna membantu yen, alih-alih terus-menerus melakukan intervensi pasar.
Kementerian Keuangan Jepang pada hari Jumat mengumumkan bahwa intervensi pasar yang dilakukan selama sebulan terakhir mencapai rekor tertinggi sebesar ¥15,4 triliun (US$96,4 miliar). AS belum mengungkapkan berapa banyak yen yang mereka beli, namun jumlahnya diperkirakan jauh lebih kecil.
Langkah untuk membantu Jepang mengatasi mata uangnya yang sedang tertekan ini menuai kritik dari kalangan Demokrat di AS. Dalam tanggapan yang cukup tajam terhadap pertanyaan Senator Demokrat Elizabeth Warren pekan lalu mengenai operasi terkait yen tersebut, Bessent membela langkah dukungan terhadap yen dengan menyatakan bahwa volatilitas ekstrem pada mata uang Jepang dapat berdampak pada kenaikan suku bunga AS. Baca selengkapnya: Bessent Sebut ‘Yen yang Tidak Stabil’ Berisiko Memicu Kenaikan Suku Bunga AS
Ekspektasi bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga dengan laju yang lebih cepat telah meningkat pesat sejak intervensi gabungan dilakukan. Data swap jangka pendek atau overnight swaps pada Senin pagi mengindikasikan adanya peluang sebesar 88% bagi kenaikan suku bunga dalam pertemuan bank sentral bulan September.
(bbn)




























