Logo Bloomberg Technoz

"Dengan para pelaku pasar yang memantau volatilitas geopolitik serta potensi volatilitas musiman, akan menarik untuk melihat dorongan pasar mana dari pekan lalu yang mungkin berlanjut ke pekan ini," ujar Chris Larkin dari E-Trade (Morgan Stanley).

"Data pasar tenaga kerja yang kuat secara tak terduga bisa saja dianggap sebagai kabar buruk oleh pasar, karena hal itu dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga."

Data jumlah pekerja di luar sektor pertanian AS untuk Agustus diperkirakan akan mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang secara umum stabil, yang memungkinkan The Fed untuk lebih fokus pada upaya pengendalian inflasi.

Laporan ketenagakerjaan hari Jumat "akan menjadi hal yang krusial," namun data harga konsumen yang akan dirilis pada 11 September dinilai lebih penting dibandingkan kedua data tersebut, mengingat pandangan Warsh bahwa AS telah mencapai kondisi full employment (tingkat pengangguran minimal), kata Andrew Tyler dari JPMorgan Chase & Co.

Ia kini mengambil sikap "hati-hati secara taktis" terhadap saham AS untuk beberapa minggu ke depan, namun tetap memperkirakan kondisi fundamental yang kuat akan bertahan di tengah rilis data ekonomi dan laporan kinerja keuangan perusahaan.

Pada hari Selasa, kalender beralih memasuki bulan yang secara historis merupakan masa sulit bagi pasar saham. Meskipun indeks S&P 500 sempat melawan tren musiman dalam dua tahun terakhir, data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan bahwa secara rata-rata, indeks ini mencatat penurunan sebesar 0,8% pada bulan September selama tiga dekade terakhir.

Hal ini menjadikan September sebagai bulan dengan kinerja terburuk sepanjang tahun, sangat kontras dengan rata-rata kenaikan 0,9% yang tercatat pada 11 bulan lainnya.

"Aduh, bulan September tiba lagi," ujar Anthony Saglimbene dari Ameriprise. "Secara historis, September mencatat penurunan bulanan terbesar ketika dinamika pasar lainnya sedang memburuk, namun cenderung menghasilkan kinerja yang datar hingga positif saat kondisi pasar dan ekonomi berada dalam keadaan normal."

Oleh karena itu, kelemahan musiman di bulan September merupakan risiko yang perlu diwaspadai di tengah dinamika pasar lainnya, namun bukan berarti bulan ini harus selalu dihindari oleh investor untuk berinvestasi saham, tambahnya.

Indeks S&P 500 Merosot

Indeks S&P 500 ditutup turun 0,3%, meskipun mencatatkan kinerja bulan Agustus terbaik sejak 2021 dengan kenaikan 2,6% sepanjang bulan tersebut. Indeks Nasdaq 100 naik 0,1%, mengakhiri bulan Agustus dengan kenaikan 4,2% dan memutus tren penurunan selama dua bulan berturut-turut. Sembilan dari 11 sektor S&P mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor layanan komunikasi dan utilitas.

Saham sektor energi mencatat kenaikan terbesar dalam indeks S&P 500, menguat 2,1% seiring lonjakan harga minyak AS sebesar 3% hingga sempat menembus level US$86 setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya dalam sekitar satu bulan terakhir. Perusahaan minyak besar seperti Chevron Corp. dan ConocoPhillips masing-masing naik 2,1% dan 1,6% saat Presiden Donald Trump mengancam Iran dengan serangan lebih lanjut. Sebaliknya, saham sektor perjalanan seperti Royal Caribbean Cruises Ltd., Carnival Corp., dan Norwegian Cruise turun, mengingat bahan bakar merupakan komponen biaya operasional yang signifikan.

Di antara pergerakan saham individual yang mencolok, saham PG&E Corp. anjlok 20%—penurunan terbesar sejak Maret 2020—sementara Edison International merosot 23%—kinerja harian terburuk sejak April 2001—setelah anggota legislatif California mengajukan rancangan undang-undang untuk memperbarui respons negara bagian terhadap kebakaran hutan tanpa mengalihkan tanggung jawab hukum dari perusahaan utilitas publik. PG&E dan Edison merupakan dua saham dengan kinerja terburuk dalam indeks S&P 500 pada hari Senin.

Meskipun agenda ekonomi pada hari Senin tergolong sepi, minggu ini akan menghadirkan data bulanan sektor manufaktur dan jasa, serta laporan keuangan dari Broadcom Inc., pesaing Nvidia Corp. Perusahaan AI lain yang akan melaporkan kinerja minggu ini mencakup Dell Technologies Inc., Hewlett Packard Enterprise, dan Ciena Corp.

Tesla Inc. termasuk di antara saham dengan kinerja terbaik dalam S&P 500 pada hari Senin, naik 5,5% dan memimpin kenaikan kelompok yang dijuluki "Magnificent Seven", menjelang acara peluncuran Cybercab yang dijadwalkan pada hari Kamis di Austin, Texas. Sementara itu, Amazon.com Inc. dan Alphabet Inc. termasuk di antara saham yang mengalami penurunan terbesar dalam kelompok tersebut, masing-masing turun lebih dari 2%. Nvidia naik 1,5% setelah sempat merosot hampir 5% pada hari Jumat.

Sektor teknologi telah mendorong kenaikan harga saham bulan ini, dengan saham-saham yang terkait dengan euforia AI mencatatkan kinerja unggul. Sektor teknologi S&P 500 telah melonjak lebih dari 6% bulan ini; Microsoft Corp. naik 9,2%, sementara Nvidia dan Micron Technology Inc. masing-masing menguat sekitar 10% dan 16%.

(bbn)

No more pages