Sektor tenaga surya merupakan sumber permintaan penting bagi pasar perak. Menurut BNEF, industri ini menyumbang hampir seperlima dari permintaan perak global pada tahun lalu, serta 80% dari pertumbuhan permintaan selama dekade terakhir.
“Ini merupakan pukulan besar dalam jangka pendek bagi sektor permintaan utama,” kata Greg Shearer, kepala riset logam mulia dan logam dasar di JPMorgan Chase & Co.
Dalam catatan Juli, JPMorgan memperkirakan permintaan perak dari sektor tenaga surya akan turun sekitar 30% tahun ini, atau setara dengan kurang lebih 60 juta ons. Bank tersebut memperkirakan jumlah itu cukup untuk menyeimbangkan kembali pasar perak—di luar faktor persediaan dan arus dana ETF—setelah mengalami defisit selama lima tahun.
Lonjakan harga perak yang berlangsung selama bertahun-tahun telah menjadi "masalah yang semakin memusingkan produsen panel surya," kata analis BNEF, Yali Jiang, dalam wawancara. Ia menambahkan bahwa perak telah menjadi faktor biaya terbesar dalam produksi modul surya, sehingga kebutuhan untuk mengurangi penggunaannya—atau bahkan menggantinya dengan logam lain—menjadi "sangat mendesak."
Untuk mengurangi konsumsi perak, para produsen mencetak garis perak yang semakin tipis pada sel silikon, menggunakan pasta tembaga berlapis perak sebagai pengganti perak murni, serta menerapkan teknologi yang menghilangkan konduktor perak tebal dari sel. Sejumlah produsen bahkan melangkah lebih jauh dengan berusaha menghilangkan perak sepenuhnya.
Produsen panel surya terbesar di China, Longi Green Energy Technology Co, bulan lalu menyatakan telah mulai memproduksi sel surya yang mengganti perak dengan tembaga yang lebih murah. Canadian Solar Inc, pemain besar lainnya di industri ini, juga telah memulai program penelitian dan pengembangan (litbang) "nol perak".
“Harga tinggi membunuh harga tinggi itu sendiri,” kata Elvis Chou, konsultan di Metals Focus Ltd. “Upaya penghematan atau substitusi sedang berlangsung dan tidak akan berhenti.”
Industri tenaga surya juga tengah memasuki masa konsolidasi, menyusul kondisi kelebihan kapasitas kronis dan anjloknya harga selama bertahun-tahun. Pemasangan instalasi tenaga surya global diproyeksikan akan turun pada 2026, untuk pertama kalinya sejak BNEF mulai mencatat data pada 2000.
Sebagai logam dengan daya hantar listrik terbaik, perak telah lama menjadi komponen kunci panel surya; logam ini digunakan dalam bentuk pasta untuk mengumpulkan dan mengalirkan arus listrik dari sel silikon. Sifat tahan oksidasinya—karakteristik yang sama yang mencegah perhiasan perak meninggalkan noda pada kulit—membuat penggantian total perak menjadi tantangan teknis yang sulit.
Berbeda dengan perak, tembaga—alternatif yang paling sering disebut sebagai pengganti logam putih ini—mudah teroksidasi, yang mengurangi konduktivitasnya. Tembaga juga dapat meresap ke dalam silikon selama proses produksi bersuhu tinggi yang umum digunakan untuk sel surya konvensional, sehingga menimbulkan cacat yang dapat mengganggu keandalan jangka panjang.
Menyesuaikan proses produksi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut membutuhkan biaya besar, sesuatu yang enggan ditanggung oleh produsen panel yang kondisi keuangannya sudah tertekan.
Meski demikian, menurut laporan BNEF, produsen asal China menyatakan bahwa jika harga perak bertahan di atas US$68 per troy ons, produksi tanpa perak akan menjadi pilihan yang menarik secara finansial dibandingkan dengan produksi modul saat ini. Saat ini, logam mulia tersebut diperdagangkan di kisaran harga US$69 per ons.
“Jika harga tetap di level tinggi atau naik ke US$80 atau US$100 per ons, hal itu akan memaksa para pelaku industri beralih ke tembaga, sebagai bagian dari keseimbangan antara efisiensi dan biaya,” kata Chou dari Metals Focus.
Para pemasok pasta perak yang digunakan dalam sel surya—dipimpin oleh Wuxi DK Electronic Materials Co dan Changzhou Fusion New Material Co—justru bisa diuntungkan oleh peralihan ke tembaga. Mereka dapat mempertahankan biaya fabrikasi yang serupa sembari mengganti perak dengan bahan baku yang jauh lebih murah dan tidak banyak mengikat modal.
Peralihan ke pasta tembaga "akan meringankan beban arus kas yang tinggi bagi produsen pasta serta meningkatkan profitabilitas," ujar juru bicara Wuxi DK dalam tanggapan yang dikirimkan melalui surel.
"Dalam jangka panjang, penggunaan pasta berbahan logam dasar akan membantu industri mengurangi ketergantungan pada perak dan mencapai pembangunan yang lebih berkelanjutan."
Meski permintaan perak untuk sektor tenaga surya mungkin terus menurun, para pembeli berpendapat bahwa konduktivitasnya yang luar biasa berarti perak akan menemukan banyak sumber permintaan baru sebagai bagian dari elektrifikasi ekonomi global yang lebih luas.
“Hampir semua perangkat yang kita gunakan dengan tombol on-off dalam kehidupan sehari-hari mengandung perak,” kata Michael DiRienzo, kepala eksekutif Silver Institute, badan industri. “Jadi, ada faktor penyeimbang.”
(bbn)
































