Logo Bloomberg Technoz

Bahlil: PLTS 100 GW Turunkan Emisi 140 Juta Ton CO2/Tahun

Dovana Hasiana
25 August 2026 17:40

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (PLN)
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (PLN)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GWp bisa menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 140,16 juta ton CO2. Bahlil juga mengatakan potensi nilai karbon dari proyek ini adalah Rp6,31 triliun dengan asumsi US$4 per ton CO2.

"Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, penurunan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar Rp6,31 triliun," ujar Bahlil dalam peluncuran program PLTS 100 GWp, Selasa (25/8/2026).

Perlu diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Gilimanuk, Kab. Jembrana, Bali pada hari ini. Peresmian juga dilakukan secara daring di tiga lokasi lainnya, yakni PLTS Terapung Gajah Mungkur (Wonogiri), PLTS Desa Sembur (Batam), dan PLTS Pulau Rengit.


Di Bali, terdapat proyek PLTS berkapasitas 198 MWp dan penyimpanan energi berbasis baterai (battery energy storage system) dengan kapasitas 666 MWh di lahan seluas 211 hektare. Target beroperasi secara komersial atau commercial operation date (COD) proyek ini adalah 2028.

Sementara, tiga lokasi lainnya adalah PLTS Terapung Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah dengan kapasitas 134,2 MWp dan memanfaatkan waduk; PLTS Desa Sembur di Batam, Kepulauan Riau dengan kapasitas 0,92 MWp; dan PLTS Pulau Rengit kapasitas 0,078 MWp yang melistriki 44 kepala keluarga atau 200 jiwa di pulau terpencil.