Logo Bloomberg Technoz

PLTS 100 GW Didesak Selaras dengan Proyek Pengembangan KEK di RI

Sabrina Mulia Rhamadanty
26 August 2026 10:40

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata. (Dok. Kemeterian ESDM)
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata. (Dok. Kemeterian ESDM)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai megaproyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) perlu diselaraskan secara langsung dengan kebutuhan listrik di kawasan industri serta kawasan ekonomi khusus (KEK) di Indonesia.

Direktur Indef Green Transition Initiative (GTI) Imaduddin Abdullah menyatakan penyelarasan tersebut dapat diwujudkan melalui skema Renewable Energy Zones (REZ).

“Indef GTI mengembangkan pendekatan REZ yang menyelaraskan potensi energi terbarukan, permintaan listrik kawasan industri dan KEK, ekspansi transmisi, serta pengembangan industri dalam satu kerangka perencanaan,” ungkap Imaduddin saat dihubungi, Rabu (26/8/2026).


Dia menambahkan pola perencanaan energi nasional saat ini masih memiliki keterbatasan karena berfokus pada tiap-tiap proyek secara terpisah.

"Kerangka kebijakan saat ini, apalagi dengan [target PLTS] 100 GW, telah memperkuat pengembangan energi terbarukan, tetapi perencanaannya masih banyak disusun berdasarkan proyek energi secara individual, belum mengintegrasikan lokasi pasokan dengan kebutuhan listrik masa depan,” terangnya.

Foto udara PLTS terapung Cirata 192 MWp di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (Dok. PLN)