Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan ini terjadi seiring munculnya sektor penyimpanan energi sebagai sumber permintaan yang signifikan, didorong oleh pertumbuhan pusat data dan pembangkit listrik energi terbarukan. 

Lonjakan ini terjadi setelah pasar litium sempat mengalami volatilitas selama beberapa tahun akibat ekspansi pasokan yang pesat.

Albemarle Corp yang berkantor pusat di AS mengatakan bahwa permintaan litium global tumbuh 45% hingga Mei dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui pertumbuhan pasokan.

PLS Group dari Australia, yang berhasil membalikkan keadaan dengan membukukan laba sebesar A$526 juta dalam 12 bulan hingga 30 Juni dari kerugian pada tahun sebelumnya, juga sama-sama optimistis terhadap harga untuk beberapa bulan mendatang karena perkiraan kekurangan pasokan. 

Pergerakan Harga Litium. (Bloomberg)

Persediaan bahan baku baterai yang dimiliki oleh para pelaku industri di China terus menurun, yang mengindikasikan kondisi pasar yang ketat. Zijin Mining Group Co menyatakan dalam laporan keuangannya bahwa masih ada potensi kenaikan harga lebih lanjut dalam jangka pendek.

"Pasokan dari luar negeri mungkin terdampak oleh kebijakan dan logistik, serta dimulainya kembali beberapa kegiatan produksi akan memakan waktu sebelum pasokan aktual kembali masuk ke pasar," ujar perwakilan Tianqi dalam panggilan konferensi kinerja perusahaan, sebagaimana tercantum dalam transkrip.

SQM dari Cile menaikkan proyeksi produksi tahun ini, sementara Chengxin Lithium Group Co dari China mengumumkan rencana untuk mengucurkan lebih dari US$476 juta guna membangun pabrik lithium sulfat di Zimbabwe dan Nigeria.

Namun, lonjakan harga saat ini mungkin akan menghadapi tantangan dalam jangka panjang. UBS Group AG pekan lalu menurunkan proyeksi harga lithium sebesar 5-35%, dengan perkiraan bahwa pasar akan berbalik mengalami surplus tahun depan.

"Fundamental pasar saat ini ketat, dan menurut pandangan kami, kondisinya siap memicu lonjakan harga" pada paruh kedua tahun ini, tulis analis UBS dalam catatan tertanggal 24 Agustus.

"Namun, untuk jangka waktu lebih panjang, kami melihat pertumbuhan pasokan akan melampaui pertumbuhan permintaan mulai 2027."

Jefferies menyatakan bahwa kenaikan jadwal produksi baterai secara bulanan saat ini merupakan indikasi permintaan yang kuat. 

“Ekspansi pasokan dan dimulainya kembali produksi memang sedang berlangsung, tetapi karena membutuhkan waktu untuk mencapai pasar, hal ini menjadi kekhawatiran yang lebih kecil bagi kami pada paruh kedua 2026 dibandingkan pada 2027. Namun, ekspektasi pasar bisa saja bergerak lebih cepat daripada pasar spot,” kata analis Jefferies, Shuhang Jiang, dalam catatan pada Jumat.

(bbn)

No more pages