Logo Bloomberg Technoz

Deretan Tambang Batu Bara Rawan Karhutla: Milik KPC hingga Adaro

Azura Yumna Ramadani Purnama
31 August 2026 12:40

Kobaran api membubung dari tumpukan batu bara kokas yang membara merah./Bloomberg-Andrey Rudakov
Kobaran api membubung dari tumpukan batu bara kokas yang membara merah./Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) mencatat terdapat sejumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di dalam kawasan konsesi pertambangan batu bara di Pulau Kalimantan.

Dalam risetnya, Walhi memetakan 25.524 titik panas atau sekitar 74% di Kalimantan berada dalam kawasan konsesi perusahaan pada periode 1 Januari hingga 27 Juli 2026.

Dari besaran itu, 7.880 titik panas berada di konsesi pertambangan, 10.739 titik panas berada di dalam hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit, dan 6.905 hotspot berada di konsesi perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH).


Walhi mencatat titik panas pada sektor pertambangan tertinggi berada di PT Kideco Jaya Agung sebanyak 1.116 titik panas, PT Kaltim Prima Coal sebanyak 863 titik panas, PT Antang Gunung Meratus sebanyak 840 titik panas, PT Bhumi Rantau Energi sebanyak 618 titik panas, dan PT Adaro Indonesia sebanyak 355 titik panas.

"Data kami menunjukkan bahwa 74% hotspot di Pulau Kalimantan berada di dalam kawasan konsesi perusahaan. Lagi-lagi data ini membuktikan bahwa akar persoalan karhutla adalah gagalnya negara memastikan perlindungan ekosistem penting seperti gambut dan hutan dan lemahnya penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan penjahat lingkungan”, kata Koordinator Pengkampanye Walhi Uli Arta Siagian dalam risetnya.

Karhutla Imbas El Nino Sudah Capai 107 Ribu Hektare (Bloomberg Technoz/Asfahan)