Logo Bloomberg Technoz

Namun, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi berpendapat bahwa kondisi pasar kala itu berbeda. Demonstrasi berlangsung di saat Bank Indonesia (BI) sedang berada dalam siklus penurunan suku bunga acuan, sehingga tekanan jual di pasar obligasi relatif terbatas. 

Ia mengatakan, situasi kali ini lebih menantang karena ruang untuk penurunan suku bunga tidak sebesar tahun lalu. Bahkan BI Rate telah naik 100 bps sepanjang tahun.

"Kemungkinan kenaikan BI Rate lebih lanjut akibat faktor defisit neraca dagang dan neraca berjalan berpeluang memperkuat sentimen bearish bila demonstrasi hari ini tidak ditangani dengan baik," kata Lionel dalam catatannya. 

Jika tekanan dari defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan kembali meningkat dan mendorong kemungkinan kenaikan BI Rate, maka sentimen negatif di pasar surat utang bisa semakin kuat. 

Meski demikian, Lionel menambahkan, ada beberapa faktor yang berpotensi menahan tekanan di pasar surat utang: likuiditas. "Dari rencana pengurangan lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia yang dikombinasikan dengan level kepemilikan surat utang negara perbankan yang rendah," kata Lionel. 

Berkurangnya frekuensi lelang SRBI oleh bank sentral menjadi dua pekan satu kali, berpotensi membuat dana investor lebih banyak tersedia untuk masuk ke pasar surat utang. 

Lionel mengatakan kondisi ini didukung oleh data bahwa kepemilikan surat utang oleh perbankan masih relatif rendah. Sehingga, ruang bagi bank untuk meningkatkan kepemilikannya pada aset surat utang diperkirakan masih cukup tinggi. 

Di sisi lain, ia memperkirakan perpindahan dana investor dari surat utang ke obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dolar AS (INDON) juga masih berpotensi berlanjut.

Sebab, tingkat yield INDON dibanding US Treasury dinilai lebih menarik. Selisih yield INDON terhadap US Treasury berada di sekitar 100 bps, sementara selisih yield surat utang rupiah terhadap US Treasury masih sekitar 240 bps. 

Dengan pertimbangan berbagai faktor tersebut, Lionel memperkirakan yield surat utang tenor 10 tahun akan bergerak naik ke kisaran 7,05% hingga 7,1%.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada 10:57 WIB hari ini juga mengalami tekanan dan melemah 0,3% ke Rp17.766/US$.  

(dsp/aji)

No more pages