Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Raup Rp10 Triliun dari Lelang Sukuk

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 August 2026 08:39

Ilustrasi surat utang syariah (Dok. Ist)
Ilustrasi surat utang syariah (Dok. Ist)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Minat investor di pasar SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) pada Rabu (26/8/2026) mendingin, kala pasar mencermati arah kebijakan Bank Indonesia (BI) dengan pemaparan kandidat pejabat bank sentral dalam agenda uji kelayakan dan kepatuhan. 

Melansir data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, ada penurunan angka penawaran yang masuk sebesar 39,7% ke Rp23,54 triliun dari lelang SBSN sebelumnya (11/8/2026), Rp39,08 triliun. Pemerintah juga memangkas nominal yang dimenangkan menjadi Rp10 triliun, dari sebelumnya Rp12 triliun. 

Meski demikian, meredanya sentimen domestik serta membuat investor menerima yield yang lebih rendah. Data lelang SBSN menunjukkan bahwa yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan turun. 


Misalnya, pada PBS030 (tenor 2 tahun) turun dari 7,05% menjadi 6,63%. Begitu juga seri PBS040 (4 tahun), yield turun dari 7,12% jadi 6,81%, atau sekitar 31,7 basis poin (bps).

PBS034 (tenor 13 tahun) turun 13,1 bps jadi 7,09% dari 7,22%. Sedangkan PBS038 (tenor 24 tahun) turun 8,3 bps dari 7,24% menjadi 7,16%.