Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Bergerak Stabil di Rp17.695/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
26 August 2026 10:05

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka sesi perdagangan Rabu (26/8/2026) dengan penguatan 0,1% ke posisi Rp17.695/US$. Tak lama berselang, rupiah melanjutkan penguatan tetapi menipis menjadi 0,12% ke Rp17.690/US$. 

Stabilnya pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang Asia yang sebagian besar menguat tertopang oleh meredanya harga minyak dunia dan lesunya dolar Amerika Serikat (AS). Harga minyak mentah Brent kembali terpangkas 2% ke US$86,81/barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga turun 1,78% ke US$80,89/barel.

Dengan begitu, sebagian mata uang kawasan mendapat ruang penguatan. Ringgit Malaysia memimpin penguatan 0,36%, disusul peso Filipina, baht Thailand, dan rupiah, juga yen Jepang. 


Sebaliknya, won Korea Selatan kembali melemah, bersama yuan offshore dan dolar Hong Kong. 

Pergerakan mata uang Asia. (Bloomberg)

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama bergerak stabil di 98,91. Pergerakan dolar AS relatif stabil setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengumumkan penggandaan buyback obligasi tenor 10-30 tahun, yield tenor panjang itu sempat turun cukup tajam. Bahkan yield 30 tahun sempat turun 10 basis poin (bps) ke sekitar 5,18%, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 2007.