Logo Bloomberg Technoz

China Petroleum & Chemical Corp, atau Sinopec, memiliki 40% saham pabrik tersebut. Sisanya dikuasai oleh Sibur Holding PJSC, produsen petrokimia terbesar di Rusia.

Kompleks yang terletak di dekat perbatasan dengan China ini dirancang untuk mengolah hidrokarbon jenuh menjadi polimer dasar, dengan kapasitas produksi mencapai 2,3 juta metrik ton polietilen dan 0,4 juta metrik ton polipropilen per tahun.

Menurut Sibur, pengoperasian pabrik ini akan meningkatkan kapasitas produksi polimer dasar Rusia sebesar lebih dari 40%.

(bbn)

No more pages