Logo Bloomberg Technoz

Sinthya mengatakan besaran keuntungan yang akan diperoleh DSI masih dalam tahap penghitungan. Penetapan biaya tersebut akan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan diklaim tidak dimaksudkan untuk menambah beban biaya kepada eksportir.

“Jadi kira-kira seperti itu semangatnya untuk tadi bicara bagaimana fee yang akan kita bebankan kepada masyarakat karena akan dihitung bagaimana export cost-nya bagi si produsen atau eksportir Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony menegaskan DSI tidak akan menentukan sendiri harga referensi ekspor komoditas. DSI akan mengintegrasikan data lintas kementerian dan lembaga serta menggunakan referensi yang merepresentasikan harga pasar untuk memverifikasi setiap transaksi, termasuk harga, kuantitas, kualitas, dan klasifikasi komoditas.

Dalam menjalankan fungsi tersebut, DSI juga akan memantau potensi praktik under invoicing hingga transfer pricing dalam ekspor komoditas. Hingga saat ini, DSI telah memantau sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari US$14 miliar dan volume lebih dari 90 juta ton. Aktivitas tersebut mencakup lebih dari 50 pelabuhan muat di 25 provinsi dengan tujuan lebih dari 100 negara.

Meski demikian, tekanan tidak terjadi pada seluruh saham sektor mineral dan tambang. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih menguat 0,31% ke Rp3.200. Bahkan, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 1,79% menjadi Rp1.710.

(dhf)

No more pages