Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Penyebab IHSG Fluktuatif dan Parkir di 6.496

Muhammad Julian Fadli
26 August 2026 13:14

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 4,77 poin (0,07%) di posisi 6.496 pada penutupan perdagangan Sesi I, Rabu (26/8/2026). Saham–saham LQ45 jadi pemberat Indeks Komposit.

Sepanjang perdagangan IHSG melaju dengan volatilitas dan intensitas tinggi dengan sempat ada di zona hijau dan merah dengan cepat. Rentang pergerakan terjadi di 6.532 sampai dengan terendahnya 6.422.

IHSG Penutupan Sesi I pada Rabu 26 Agustus 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp8,98 triliun dari 23,21 miliar saham yang ditransaksikan dengan frekuensi 1,4 juta kali jual–beli. Tercatat masih ada penguatan di 209 saham, dan 419 saham melemah. Sisanya 160 saham stagnan.


Saham–saham transportasi, saham perindustrian, dan saham energi menjadi sebab pembalikan arah IHSG dengan melemah 1,95%, 0,86%, dan 0,73%.

Indeks LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan amat tertekan hingga menjadi pemberat utama IHSG. Misalnya saham PT Indosat Tbk (ISAT) ambruk 4,95% dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) jatuh 3,21%.